Sikap Meditasi

3 Tingkat Samadhi
1. Khanika samadhi: konsentrasi memulai, yaitu konsentrasi dengan penampakan obyek baru dimulai (Parikamma Nimitta), masih muncul lenyap muncul lenyap. Ciri-ciri mental pada tahap ini adalah belum mengendapnya nivarana/rintangan meditasi.
2. Upacara samadhi: Konsentrasi berusaha mencapai, yaitu konsentrasi dengan obyek mulai bertahan tampak (Uggaha Nimitta). Ciri-ciri mental pada tahap ini adalah mengendapnya nivarana/rintangan meditasi.
3. Appana samadhi/jhana: Konsentrasi penuh, yaitu pikiran mengelola obyek yang bisa dikontrol (Patibhanga Nimitta). Ciri-ciri mental pada tahap ini adalah ketiadaan Nivarana dengan mendominasinya ciri-ciri meditasi (Jhananga) secara menonjol dan intensif.

Nimitta
Nimitta artinya suatu pertanda atau gambaran yang ada hubungannya dengan perkembangan obyek meditasi. Nimitta ini ada tiga macam, yaitu :
1. Parikamma-Nimitta (gambaran batin permulaan)
2. Uggaha-Nimitta (gambaran batin mencapai)
3. Patibhaga-Nimitta (gambaran batin berlawanan)
Mengenai parikamma-nimitta, gambaran suatu obyek yang diambil dalam meditasi, seperti patung Buddha, mula-mula dilihat dengan mata, kemudian dibayangkan dalam pikiran. Jadi, parikamma-nimitta merupakan gambaran atau bentuk dari obyek dalam keadaan yang sebenarnya. Semua obyek (empat puluh macam obyek meditasi) dapat menghasilkan parikamma-nimitta.
Mengenai uggaha-nimitta, gambaran suatu obyek yang diambil dalam meditasi dilihat dengan batin, hingga obyek itu melekat dalam pikiran. Jadi, uggaha-nimitta merupakan gambaran obyek di dalam batin yang sama dengan bentuk obyek yang dipakai, walaupun mata telah dipejamkan. Untuk mencapai uggaha-nimitta, semua obyek meditasi dapat dipakai dalam melaksanakan Samatha Bhavana, yaitu keempat puluh obyek meditasi yang tersebut terdahulu.
Mengenai patibhaga-nimitta, gambaran suatu obyek yang diambil dalam meditasi yang telah melekat pada pikiran, terpeta dengan nyata, tetap, jernih, jelas, terbebas dari gangguan, dan gambaran obyek tersebut dapat dibesarkan serta dikecilkan menurut kemauan. Jadi, patibhaga-nimitta merupakan gambaran pantulan dari obyek yang dipakai, yang bentuk gambaran itu berubah menjadi sinar terang di dalam batinnya. Untuk mencapai patibhaga-nimitta, maka obyek yang harus diambil dalam melaksanakan Samatha Bhavana ialah sepuluh kasina, sepuluh asubha, satu kayagatasati, dan satu anapanasati.
Nimitta bukan berarti obyek meditasi (40 kammatthana) ataupun obyek vipassana (21 satipatthana). Nimitta artinya penampakan dari obyek.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: